Menikah di Thailand menawarkan pasangan pengalaman yang semarak dan kaya budaya, sarat dengan tradisi Buddha dan perayaan meriah. Pernikahan tradisional Thailand merupakan perpaduan antara ritual sakral, keterlibatan keluarga, dan perayaan yang penuh sukacita, biasanya berlangsung selama satu hari atau lebih. Artikel ini menguraikan elemen-elemen kunci dan proses detail dari pernikahan tradisional Thailand, memberikan wawasan tentang makna budayanya dan langkah-langkah praktisnya.
Persyaratan Hukum
Sebelum upacara pernikahan, pasangan harus mendaftarkan pernikahan mereka secara sah. Warga negara asing perlu mengunjungi kedutaan mereka di Thailand untuk mendapatkan surat pernyataan kebebasan untuk menikah, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand dan disahkan oleh Kementerian Luar Negeri. Kedua pasangan kemudian mendaftarkan pernikahan mereka di kantor distrik setempat (Amphur), dengan menyerahkan paspor, akta cerai (jika ada), dan surat pernyataan tersebut. Akta nikah, yang dikeluarkan dalam bahasa Thailand, dapat diterjemahkan untuk penggunaan internasional. Langkah hukum ini memastikan pernikahan tersebut diakui secara global.
Persiapan Pra-Pernikahan
Pernikahan tradisional Thailand dimulai dengan perencanaan dan konsultasi dengan seorang biksu Buddha untuk memilih tanggal yang baik, seringkali berdasarkan tanggal lahir pasangan dan kalender lunar. Keluarga mempelai pria biasanya memulai negosiasi dengan keluarga mempelai wanita, membahas "sin sod" (mas kawin), hadiah simbolis berupa uang atau emas untuk menghormati keluarga mempelai wanita karena telah membesarkannya. Sin sod, yang dipamerkan selama upacara, sangat bervariasi (50.000 hingga jutaan baht) tergantung pada status sosial dan kesepakatan, dan seringkali dikembalikan kepada pasangan setelah pernikahan.
Hari Pernikahan: Upacara Pagi
Pernikahan Thailand sering dimulai lebih awal dengan upacara pembuatan kebajikan Buddha. Para biksu (biasanya berjumlah ganjil, seperti sembilan) diundang ke rumah mempelai wanita atau kuil untuk melantunkan berkat dan memanjatkan doa untuk kemakmuran pasangan. Pasangan tersebut mempersembahkan makanan, bunga, dan sedekah kepada para biksu, sehingga mendapatkan pahala spiritual. Para tamu dapat berpartisipasi, mempersembahkan persembahan untuk berbagi berkah.
Prosesi “Khan Mak” menyusul, sebuah parade meriah di mana mempelai pria, ditem ditemani keluarga dan teman-teman, membawa hadiah (misalnya, pohon pisang, beras, dan manisan) ke rumah mempelai wanita, melambangkan kemakmuran. Penabuh gendang dan penari memimpin jalan, menciptakan suasana meriah. Di gerbang rumah mempelai wanita, keluarganya dengan bercanda “menghalangi” mempelai pria, mengharuskannya menjawab pertanyaan atau membayar suap kecil untuk masuk, melambangkan komitmennya.
Upacara Pertunangan dan Pemberkatan
Di dalam ruangan, pasangan tersebut berpartisipasi dalam ritual “Sai Monkhon”, di mana seorang tetua mengikat benang putih (sai sin) di pergelangan tangan mereka, menghubungkan mereka secara spiritual. Para tamu juga mengikat benang, memberikan berkah dan hadiah uang tunai kecil. Mas kawin dipersembahkan, dipajang di atas nampan berisi emas dan perhiasan. Para tetua menuangkan air suci ke tangan pasangan dari cangkang kerang selama ritual “Rod Nam Sang”, melambangkan penyucian dan persatuan. Upacara-upacara ini, yang kaya akan simbolisme, menekankan keluarga, komunitas, dan harmoni spiritual.
Resepsi Malam Hari
Hari pernikahan sering diakhiri dengan resepsi, yang memadukan unsur Thailand dan Barat. Para tamu menikmati hidangan masakan Thailand (misalnya, som tam, kari, dan nasi ketan), musik, dan tarian. Pasangan pengantin mungkin memotong kue bertingkat, sebagai penghormatan terhadap pengaruh Barat, sementara pertunjukan tradisional Thailand, seperti tari klasik, menghibur para tamu. Pidato dari anggota keluarga menyoroti persatuan dan masa depan pasangan tersebut.
Signifikansi Budaya
Pernikahan tradisional Thailand lebih dari sekadar penyatuan dua orang; ini adalah perayaan keluarga, komunitas, dan nilai-nilai Buddha. Setiap ritual, dari berkat biksu hingga mas kawin, memperkuat rasa hormat terhadap tradisi dan komitmen bersama. Bagi orang asing, partisipasi membutuhkan kepekaan budaya dan koordinasi dengan mertua Thailand untuk memastikan keasliannya.
Kesimpulan
Pernikahan Thailand adalah perjalanan penuh warna dan bermakna yang membutuhkan perencanaan cermat, mulai dari pendaftaran resmi hingga ritual budaya. Pasangan yang merangkul tradisi ini menciptakan kenangan abadi, memadukan cinta dengan warisan budaya Thailand yang kaya. Baik diadakan di desa maupun resor mewah, pengalaman ini tak terlupakan, menyatukan keluarga dan budaya dalam perayaan.
